Aman Menggunakan Mobile Banking

Kejahatan siber di Indonesia semakin marak terjadi. Berdasarkan Laporan Tren Kejahatan Berteknologi Tinggi 2025 (High-Tech Crime Trends Report 2025), lonjakan serangan Ancaman Persisten Tingkat Lanjut (Advanced Persistent Threat/APT) naik sebesar 58% antara tahun 2023 dan 2024, dengan lebih dari 20% menargetkan kawasan Asia-Pasifik. Indonesia mengalami jumlah serangan siber terkait APT tertinggi kedua pada 2024, menyumbang 7% dari semua insiden di kawasan ini.

Bank dan nasabah memiliki andil besar untuk mencegah kejahatan siber ini. Peningkatan standar keamanan dari sisi perbankan tidak akan dapat mencegah 100% kejadian peretasan tanpa dibarengi oleh sikap kehati-hatian dari pengguna mobile banking. Berikut adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk memperkecil celah peretas masuk dan mengendalikan transaksi di dalam ponsel tanpa sepengetahuan pemiliknya:

1. Pasang aplikasi antivirus terpercaya di ponselmu.

Banyak aplikasi antivirus yang tersedia di Playstore atau Appstore. Gunakan aplikasi yang telah banyak digunakan dan memiliki rating di atas 4,5, seperti AVG, Norton, atau Kaspersky. Install dan pastikan program antivirus tersebut berjalan terus menerus selama ponsel beroperasi.

2. Jangan pernah membuka tautan yang dikirimkan melalui SMS/Whatsapp/email.

Celah yang paling mudah digunakan oleh peretas untuk masuk ke ponsel adalah melalui tautan yang diklik dari pesan instan. Jangan pernah membuka tautan apapun, kecuali kamu benar-benar yakin berasal dari sumber yang terpercaya.

3. Jangan mengunduh aplikasi di luar Playstore atau Appstore.

Playstore dan Appstore memiliki sistem filtrasi yang sangat bagus untuk memastikan hanya aplikasi yang terpercaya yang dapat diunduh. Jadi jika kamu mengunduh aplikasi di luar channel resmi yang tersedia, maka dapat dipastikan aplikasi tersebut rentan untuk disusupi dengan program yang dapat merugikanmu.

4. Jangan menerima telepon dari nomor tidak dikenal.

Social engineering atau rekayasa sosial (sering disingkat juga dengan soceng) memanfaatkan kelemahan psikologis dari manusia untuk mengambil keputusan yang tidak rasional. Banyak korban yang tidak merasa terjebak sampai akhirnya uangnya habis dipindahkan oleh peretas. Soceng ini dilakukan melalui telepon, video call, maupun pesan instan, untuk merayu dan membangun kepercayaan semu dari korbannya. Jadi daripada kamu terjebak dengan pembicaraan yang dapat mempengaruhi kemampuanmu berpikir rasional, sebaiknya jangan mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal.

5. Ganti password/PIN setiap 3 bulan sekali.

Password/PIN yang terlalu lama digunakan bisa jadi juga kamu gunakan untuk akses aplikasi lainnya atau surel. Jadi jika pada aplikasi atau surel tersebut terjadi kebocoran password, bisa jadi peretas akan mencoba password yang sama untuk mengakses mobile banking. Dengan melakukan penggantian password/PIN secara berkala, setidaknya peretas akan lebih sulit untuk menebak password mobile banking.

6. Jangan menggunakan kombinasi tanggal lahir/nomor KTP sebagai password dan PIN.

Jangan membuka jalan bagi peretas untuk dengan mudah menebak password atau PIN-mu. Sebaiknya gunakan kombinasi angka dan abjad yang tidak berhubungan, namun tetap mudah untuk diingat.

7. Aktifkan fitur biometrics login di aplikasi mobile banking.

Hampir semua aplikasi mobile banking sudah memiliki fitur ini dan sudah saatnya kamu mulai menggunakannya. Fitur ini memberikan proteksi yang lebih baik dari password atau PIN karena tidak bisa diintip atau ditiru sama sekali oleh peretas.

8. Jangan mudah percaya rayuan orang yang mendesak untuk segera mengambil keputusan saat itu juga.

Jika kamu merasa didesak untuk segera mengambil keputusan, apalagi diminta melakukan transfer saat itu juga, bisa jadi itu adalah penipuan. Peretas tidak akan memberikanmu kesempatan untuk berpikir atau bertanya kepada keluarga/teman, karena jika kamu melakukan hal tersebut maka bisa jadi kamu akan berubah pikiran.

9. Minta pendapat ke orang lain apabila menerima pesan atau perintah yang mencurigakan di ponsel.

Masih berhubungan dengan nomor sebelumnya, sebaiknya kamu luangkan waktu untuk terlebih dahulu meminta pendapat dari teman, keluarga, atau customer relationship officer di bank sebelum mengambil tindakan yang melibatkan uang. Dengar pendapat mereka dan renungkan apakah pesan atau perintah yang kamu terima di ponsel itu masuk akal atau tidak.

10. Jangan pernah memberikan data pribadimu kepada siapapun seperti nomor rekening, kode OTP, password, dan PIN.

Bank tidak pernah meminta nomor rekening, kode One Time Password (OTP), password dan PIN ke nasabahnya.

Jadi apabila ada pihak yang mengaku dari bank dan sampai menanyakan hal ini melalui telepon/pesan instan ke kamu,

segera abaikan dan blokir nomornya.

PEMBERITAHUAN PENTING. Lindungi diri Anda dari kemungkinan penipuan dan nikmati pengalaman perbankan yang aman. Pelajari cara melindungi akun Anda selengkapnya di sini.

Open Chat